WFH ASN Sumenep Diterapkan, Mobilitas Ditekan dan Transportasi Ramah Lingkungan Didorong
- Inyoman -
- 27 Mar, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mengimplementasikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini diberlakukan selama
dua hari dalam satu pekan. Skema tersebut dirancang guna mengurangi intensitas
mobilitas harian ASN tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik yang tetap
harus berjalan secara optimal.
Selain pengaturan pola kerja,
Pemkab Sumenep juga mendorong perubahan kebiasaan ASN dalam memilih moda
transportasi, terutama bagi mereka yang memiliki jarak tempuh relatif dekat
dengan tempat kerja.
ASN yang berdomisili dengan radius
kurang dari lima kilometer dianjurkan untuk menggunakan sarana transportasi
ramah lingkungan, seperti becak, sepeda kayuh, sepeda listrik, maupun kendaraan
listrik.
Langkah ini merupakan bagian dari
upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem kerja yang lebih efisien
sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi dari sektor transportasi.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi
Wongsojudo, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak sekadar mengatur
mekanisme kerja, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan efisiensi energi yang
lebih luas.
Menurutnya, pemerintah daerah
ingin membentuk kebiasaan baru di kalangan ASN agar lebih bijak dalam
memanfaatkan energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Ia juga menilai, penggunaan
transportasi ramah lingkungan dapat menjadi contoh konkret dalam mendorong
perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Jika jaraknya dekat, penggunaan
sepeda atau berjalan kaki menjadi pilihan yang lebih efisien, selain berdampak
positif bagi kesehatan,” ungkapnya.
Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan
Sumenep, ia turut menekankan pentingnya inovasi di tingkat daerah dalam
mendukung program nasional terkait efisiensi energi dan pelestarian lingkungan.
Ia berharap, Kabupaten Sumenep
mampu menjadi daerah yang adaptif terhadap kebijakan berbasis lingkungan
sekaligus memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam menerapkan langkah
serupa.
Dengan mengombinasikan kebijakan
WFH dan penggunaan transportasi alternatif, Pemkab Sumenep optimistis dapat
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih hemat energi, ramah lingkungan,
serta berkelanjutan. (sdm)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


